Mesin Jahid dan Mujahid
“Mesin jahit rusak”, jawab istrinya ketika ia akan meminta istrinya menjahitkan sarungnya yang robek.
Mesin jahit itu biasa mereka pakai bila ada kain perca yang tidak terpakai. Katanya kain perca yang disambung-sambung itu bisa menjadi beberapa helai kain sprei untuk kasur atau bahkan selimut tebal bolak-balik. Ternyata selimut model seperti itu pernah dijumpainya dijual mahal di beberapa pasar di Bali.
“Alhamdlillah beberapa selimut hasil jahitan kami berdua ada yang sudah dihadiahkan sebagai kado dan ada pula yang dibawa anak2 kami merantau, agar serasa dalam dekapan ayah-bundanya selalu” kata mereka.
Pagi ini karena mesin jahit rusak, ia menjahit sendiri sarungnya dengan jarum tangan, sedangkan istrinya menjahitkan 2 kancing yang terlepas dari kemejanya. Setelah selesai, ia berangkat kerja seperti biasa naik KRL menuju Jakarta.
(Dialog diatas adalah dialog nyata pagi ini antara Sunmanjaya Rukmandis dengan istrinya. Kang Sunman -biasa ia dipanggil- adalah anggota DPRRI dari Fraksi PKS sebelum berangkat kerja sebagai legislator – Dicopy dari status Facebook Ust.Sunman)


Komentar Pengunjung