Tieq Santika Dewi : “Beranilah Bermimpi”
Pks-kotatangerang.or.id) Seringkali orang mengatakan, suksesnya seorang laki-laki selalu dikaitkan dengan sosok perempuan yang berada di belakangnya. Apakah itu sosok ibu atau istri. Dan itu yang saat ini sedang dilakoni oleh Tieq Santika Dewi, Istri dari Andri Fajria sang “Raja Kambing Jabodetabek dari ITB”
Wanita kelahiran Bandung, 16 November 1971 ini adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara dari pasangan Bapak Sutarman Ghartiwa dan Ibu Tjutju Sulastri. Ibu yang akrab dipanggil Bunda Tieq ini adalah sosok wanita yang peduli & kritis terhadap masalah ummat dan pendidikan anak.
Ditemui di sekolah TK Tunas Robanni miliknya, ibu 4 orang anak ini bercerita awal mulanya mendirikan sekolah. Awalnya Tieq merasa perlu mengakomodir sekolah bagi anak-anaknya yang aktif dan berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya saat ini, dan akhirnya berdirilah TK Tunas Robanni yang sudah dikelolanya sejak Tahun 2004, lalu tak puas sampai disitu saja, selanjutnya bunda Tieq pun akhirnya mendirikan Sekolah Alam Tangerang setelah sebelumnya selama 3 tahun melakukan survey ke berbagai tempat untuk mendirikan Sekolah yang saat ini berlokasi di Pesona Laut Cipondoh Tangerang.
Perempuan smart lulusan Sastra Jepang Universita Padjajaran ini juga menceritakan bisnis yang pernah dilakoninya selama ini, mulai dari konveksi busana baju muslim anak dengan brand “Jasmine” di tahun 1995. lalu setelah menikah di tahun 1998 bersama suami pernah juga memiliki usaha Sembako. Bunda Tieq pun pernah mengajar Bahasa Jepang di tahun 2002 – 2004 di Sekolah Pelita Bangsa, sebelum akhirnya fokus dengan sekolah yang saat ini dikelolalnya.
Selain sibuk mengurusi kedua sekolah miliknya, Ibunda dari Faruq Imam Muttaqien(’99), Shofiyyah nur latifah (’02),Faris Audah Ramadhan (’05) dan Syarifah Nur Azizah (’09) juga aktif di Partai Dakwah yaitu Partai Keadilan Sejahtera Wilayah Banten sebagai sekretaris Bidang perempuan mendampingi Bu Muni Yuliarni.
Di akhir wawancara bunda Tieq menyampaikan pesan untuk kita semua,“Beranilah bermimpi, mulailah dari mengasah kekuatan yang dimiliki sehingga kita akan merasakan bahagia dan menemukan makna hidup serta misi yang Allah titipkan pada diri kita sesuai dengan fitur unik yang Allah karuniakan pada diri kita…”
(dt/2011)


Komentar Pengunjung