Stres tidak selalu negatif. Sebaliknya, harus dijadikan motivasi untuk menyelesaikan persoalan, karena stres membuat perkembangan kemampuan, kepribadian dan kearifan semakin matang.Hal tersebut diungkapkan Tika Bisono, ahli psikologi Universitas Indonesia di sela-sela Seminar Nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi (ILMP) di Gedung UPI Convetion Center, kemarin (16/2).Seminar ini dibuka Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan dihadiri Ketua Yayasan Herman Nawas serta perwakilan dari seluruh fakultas psikologi di Indonesia.

Menurut Tika, jika tidak ada stres, manusia tidak akan bisa berkembang dengan baik. “Jadi stres ini bukan hal yang harus dihindari. Tapi harus dikendalikan. Sebab, tidak ada manusia yang tidak pernah mengalami stres,” ujarnya.Stres yang tidak bisa dikendalikan, kata Tika, merupakan sumber stres berikutnya, sehingga menyebabkan orang untuk bunuh diri, konsumsi narkoba, lari dari rumah dan selingkuh dalam pernikahan.

Untuk menghindari agar stres tidak berkelanjutan, dia menyarankan agar mencari sumber penyebabnya. Sebab, solusi akan diperoleh kalau diketahui apa penyebab stres tersebut. Misalnya, menceritakan masalahnya ke orang terdekat, atau orang yang bisa diajak berbicara serta orang yang bisa memahami akar masalahnya.“Jadi tidak harus pergi ke psikolog. Sebab, orang lain yang bisa mengerti kita juga bisa membantu diri kita untuk menghilangkan stres,” bebernya.

Tika menambahkan, di Indonesia lebih 50 persen kasus miskomunikasi di rumah tangga diakibatkan stres yang tidak bisa dikendalikan. Bahkan, dia juga pernah menemukan anak dengan bapak yang tidak tegur sapa selama 20 tahun.
Secara biologis, salah satu penyebab stres diakibatkan karena komentar negatif yang mengarah ke diri sendiri.

*) http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=23964